Mengapa Saya Memilih Daihatsu Sirion A.K.A Si Blue - eddywustory.com

Musik - Otomotif - Fotografi - Teknologi - Kuliner

Mengapa Saya Memilih Daihatsu Sirion A.K.A Si Blue

Mengapa Saya Memilih Daihatsu Sirion A.K.A Si Blue

Share This



Pertanyaan ini sering sekali saya dapatkan dari rekan-rekan saya, baik itu dari rekan kerja maupun rekan di Komunitas yang saya ikuti. Mengapa saya memilih Daihatsu Sirion yang menurut sebagaian orang merupakan mobil yang tidak populer di Indonesia. Ketika memutuskan untuk membeli mobil, saya memang menginginkan mobil City Car yang kecil karena garasi di rumah hanya bisa memuat mobil yang memiliki 2 baris kursi. Mempersempit pilihan dong, akhirnya masuk beberapa kandidat yang sesuai dengan Kantong juga, Yaris dan Jazz otomatis di coret karena tidak sesuai dengan kondisi ekonomi. kandidat yang masuk adalah Honda Brio, Daihatsu Sirion, Toyota Etios, Mirage, Kia Picanto, dan Datsun. Pasti bertanya kenapa Datsun masuk ? simple jawabannya karena bermesin 1.300 cc yang menurut saya sudah sangat bisa di sandingkan dengan mobil-mobil di atas.

Pertama saya melakukan Test drive Datsun Go. Mobil ini dari segi desain memang cantik akan tetapi kecantikan mobil ini tidak berlajut di dalam kabin. Kabinnya sangat sederhana, jok yang tipis, fitur-fitur juga sangat minim dan saat itu dia tidak ada transmisi otomatis. jadi otomatis mobil ini Gugur.

Kedua saya tes Honda Brio, sama dengan Datsun Go. Mobil ini memang dari segi desain cantik dan buat kalian yang tidak pernah masuk ke kabin Brio pasti akan kaget betapa sempit dan kecilnya kabin mobil ini. Padahal mereka sudah mengakali dengan memangkas busa di jok agar kabin lebih lega, bukannya semakin lega akan tetapi semakin tidak nyaman karena jok menjadi sangat-sangat tipis, bahkan kalau anda tekan joknya tulangan jok sangat terasa. Satu hal juga yang membuat saya mengurungkan niat meminang mobil ini karena Salesnya yang menurut saya tidak profesional karena ada kesan memaksa dan meminta Tanda jadi sebesar 4 Juta di bayarkan ke dia langsung. ini di dealer Honda yang berada di Samping Grand Mall Bekasi. Brio juga gugur.

Ketiga, Saya melakukan Test Drive Etios. Desain Mobil ini yang paling tidak menarik menurut saya karena tidak berkarakter cuma karena saya penasaran dengan mobil ini saya melakukan tes juga. ternyata mobil ini selain tidak berkarakter tarikan mesin juga ala kadarnya, desain kabinnya copot plek dari vios yang speedometer berada di tengah dan tidak ada pilihan transmisi otomatis waktu itu.


Kia Picanto tidak sempat saya test karena unitnya sudah tidak ada yang ada hanya Picanto Morning yang memiliki mesin 1.000 cc

Terakhir saya tes Sirion di Dealer Daihatsu yang berada tidak jauh dari Grand Mall Bekasi. Melihat tampangnya memang membuat jatuh hati, masuk ke kabinnya juga lega dan posisi mengemudinya juga buat saya yang berpostur 165 Cm sangat nyaman. Walau Test Drive kali ini hanya sedikit dan saya bisa melihat finishing dari mobil ini cukup baik dan tarikan mesinnya tidak malu-maluin amat, hanya transmisi otomatis konvensional 4 speed nya yang out of date. Minimal mungkin Transmisi CVT apabila ingin mengejar kehematan konsumsi bahan bakar. Nego-nego dengan Salesnya tidak menemukan kata sepakat, akhirnya saya dapat kontak ke Daihatsu di Cikarang, Astrido. Saya kembali Test Drive disini dengan transmisi Manual dan memang transmisi manualnya tidak begitu enak, komplingnya lumayan keras dan tuas transmisinya tidak presisi. Disini kata sepakat tercapai dan lebih murah dari pada di Astra Daihatsu ternyata. Tapi tenaga penjualnya tidak bisa menjamin unitnya cepat. Buat saya tidak masalah karena ini adalah Mobil CBU dan yang terpenting lebih murah.

Begitulah kurang lebih mengapa saya memilih Sirion selanjutnya saya akan membahas kekurangan yang saya temukan selama saya menggunakan mobil ini.

No comments:

Post a Comment

Pages