#1 Fotour - Hari II : Bukittinggi - Singkarak - Solok - Padang - eddywustory.com

Musik - Otomotif - Fotografi - Teknologi - Kuliner

#1 Fotour - Hari II : Bukittinggi - Singkarak - Solok - Padang

#1 Fotour - Hari II : Bukittinggi - Singkarak - Solok - Padang

Share This
Pagi-pagi bangun dari tidur dipeluk udara sejuk Bukittinggi yang sangat nyaman seakan membuat enggan beranjak dari tempat tidur, tapi sangat disayangkan sekali apabila menghabiskan waktu di kamar hotel saja. 
Indahnya Pemandangan Bukittinggi

Akhirnya kami bangun, mandi dan turun untuk sarapan di restoran hotel. Untuk menu sarapannya simple saja dan tidak banyak pilihan. Saya mencoba Ketupat Sayurnya dan rasanya enak tapi tidak ada ciri khas masih seperti Ketupat sayur pada umumnya. Selesai sarapan kamipun bergegas packing karena akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Padang lagi melewati Danau Singkarak.

Kami mengisi bensin Rp. 17.000 Pertamax dan Tangki sudah full. Saya rasa dengan tangki full kami tidak perlu mengisi bensin lagi. Sebelum meninggalkan hotel, kami sempat naik sampai ke rooftop nya dan pemandangan disini sangat indah sekali, sulit untuk di ungkapkan. 

Jam 09.30 kami berangkat menuju Padang, lalu lintas menuju Padang lumayan ramai dan baru mulai lenggang ketika kami pecah jalur menuju Singkarak, memang ini adalah rute yang lebih jauh karena harus memutar melewati Solok, tapi memang ini yang di cari, kami bisa menikmati Danau Singkarak dan menikmati alam Sumatra Barat yang lain.

Jalanan melewati sawah


Tidak begitu jauh dari pertigaan jalur Padang, kami diarahkan oleh Waze menuju jalan yang lebih kecil dan menanjak, kemudian diminta belok kanan menuju pertanian sayur dan sawah, kami berpikir pasti nyasar, tapi ketika kami bertanya kepada Uni yang sedang menanam padi, beliau bilang tinggal ikuti jalan saja maka akan tembus ke jalan besar menuju Singkarak. Setelah mengikuti jalur ini ternyata benar, ini adalah jalan potong agar bisa langsung memotong ke jalur menuju Singkarak dan ini adalah jalan yang biasa digunakan untuk mengangkut hasil pertanian.

Tengah hari, kami sudah sampai di Singkarak. Pemandangan yang disuguhkan memang keren banget. Danau dikelilingi oleh bukit-bukit yang hijau. Brosis harus datang sendiri kesini untuk menikmati indahnya landscape yang ada di Singkarak. Karena perut sudah minta diisi, kamipun berhenti disalah satu rumah makan dan Istri saya ingin mencoba kelapa mudanya. Saya memesan Indomie Goreng dengan telur. Rasanya memang beda ya, Indomie diberikan sambal ala Singkarang sepertinya dan rasanya enak brosis.

Pemandangan adanau Singkarak

Indomie Goreng Ala Singkarang di temani Kelapa Muda
Singkarak dalam panorama

Setelah beristirahat, kamipun langsung melanjutkan perjalanan kembali karena langit mulai mendung dan takut kehujanan. benar saja, begitu kami keluar dari Kota Solok, hujan deras mengguyur dan kami sempat berhenti sebentar untuk menggunakan Jas Hujan yang ala kadarnya. Ternyata saya mendapatkan Info dari teman Bikepacker di Kota Padang, di kota juga hujan deras. Kami harus melewati jalan Trans Solok - Padang yang menurun dengan tikungan tajam, jadi harus extra waspada dalam berkendara. Kalau saja ketika kami melewati jalan ini tidak hujan, pasti pemandangan akan spektakuler sekali karena ini adalah Taman Nasional Kerinci Seblat.

Setelah diguyur hujan sekitar 2 jam, akhirnya sampailah kami di Kota Padang dan langsung menuju hotel. Setelah Check in, kami berganti baju dan berinstirahat sejenak.

Jam menunjukkan pukul 4 ketika kami terbangun dan badan sudah segar. Pertama kali yang dicari adalah, makan. Kami memutuskan untuk makan Nasi Kapau yang lumayan terkenal diPadang. Lokasinya tidak begitu jauh dari Kota, hanya 5 menit kami sudah sampai. Saya memesan Nasi dengan rendang dan Hati. Rasanya tidak ada yang istimewa.

Nasi Kapau, Rasanya ya begitu


Karena perut belum terpuaskan, kami menuju jalan Ganting yang dimana itu adalah pusat penjualan durian di Kota Padang. Mencari jalan ini cukup membuat kami berputar-putar karena info yang diberikan orang hotel adalah depan Rumah sakit Ganting, ternyata nama Rumah sakitnya itu bukan Rumah Sakit Ganting, tapi Rumah Sakit Dr. Reksodiwiryo.

Tapi tidak akan kecewa dengan durian disini, seperti info dari orang hotel, harga durian perbuah adalah Rp.30.000. Tapi ketika saya menanyakan dibuka harga Rp. 40.000. akhirnya deal di harga Rp.65.000 2 buah yang besar. Ini serius besar bange dan rasanya luar biasa. Cara makannya apabila dengan Ketan adalah ketannya di taruh di piring ditaburi dengan parutan kelapa kemudian di cocol dengan durian langsung dari buah. Alamak jang, ini benar-benar nikmat. Istri saya hanya menghabiskan setengah buah, jadi saya memakan 1 1/5 buah.




Setelah kenyang, kami kembali ke Hotel dan beristirahat. Malamnya sekitar jam 8, kami penasaran dengan Jembatan Siti Nurbaya yang terkenal, kamipun menuju kesana dan hanya 8 menit dari Hotel. Sampai di sini, banyak yang berjualan makanan dan jadinya seperti pasar. Mungkin apabila ditata lebih rapi, tidak mungkin jembatan ini akan menjadi Food Street yang menarik.

Tidak berlama-lama, kami menuju Kota Tua Padang, yang dimana ada pertujukan musik menggunakan alat musik tradisional Tionghua. Cukup menghibur. tidak jauh dari situ ada sebuah rumah makan yang cukup ramai. kamipun memutuskan untuk makan lagi. hahahahaha. memang kuliner adalah wisata yang sangat kami gemari.

Istri saya memesan ayam rica-rica dan saya memesan kepiting saus pedas. Kepitingnya segar banget dan rasanya sangat manis, Kepiting ini hanya kalah dari Kepiting di Bangka yang pernah saya cobai. Kalau saya tidak salah namanya Ayam rica-rica Mas Agus dan dia masih di kawasan kota tua Padang.

Malam itu dengan perut kenyang, kami pun tidur dengan lelap. O ya, tadinya ingin ngopi dengan Bikepacker Kaskus Padang yaitu bro Taufan, karena karena miskomuikasi akhirnya tidak jadi, mungkin next time ya bro.

Demikian perjalanan hari kedua di Fotour Sumatra Barat ini, Besoknya adalah hari kami pulang kembali Ke Bekasi dan hari terkakhir bisa mengexplore kuliner di Padang.

No comments:

Post a Comment

Pages