Travelling : Berpetualang dari Kuala Lumpur ke Penang melalui Jalan Darat - eddywustory.com

Musik - Otomotif - Fotografi - Teknologi - Kuliner

Travelling : Berpetualang dari Kuala Lumpur ke Penang melalui Jalan Darat

Travelling : Berpetualang dari Kuala Lumpur ke Penang melalui Jalan Darat

Share This
Akhir tahun kemarin, kami berkesempatan mengunjungi negeri Jiran, Malaysia. Tentunya karena tiket promo dari Airasia yang selalu membuat keinginan travelling membara. Kami menggunakan pesawat terakhir dari Jakarta jam 20.35 dan akan menurut rencana akan sampai di KLIA jam 11.30 waktu Malaysia. Karena kami sudah membeli tiket bis dari TBS (Terminal Bersepadu Selatan) menuju Butterworth jam 2 dinihari. sejauh ini perjalanan lancar-lancar saja, tapi mendapat info bahwa pesawat delay 20 menit, perasaan mulai gk tenang, bakalan ketinggalan Bis ni sepertinya.
Suasang Penyebrangan

Dramapun dimulai ketika kami memutuskan untuk tidak jadi ke Penang dan menginap saja d KL. Pesan Grab dan menuju ke KL Center yang banyak Hotel. Sesampai disana sekitar jam 1 Malam dan kami keluar masuk penginapan. Sialnya lagi dengan menggendong Tas Carrier kami tidak mendapatkan penginapan dan menggelandang di negeri orang tengah malam. Karena sudah keluar masuk hotel dan tidak mendapatkan kamar juga, kami sepakat untuk tetap menuju Penang dengan berharap Bis yang kami tumpangi delay karena memang bis Billion Star ini terkenal sering delay. Pesan Grab lagi untuk menuju TBS, Tapi Grab yang ini lama sekali tidak menjemput. Naik Taksi juga akhirnya dengan pengemudi taksi kakek dan taksi yang mirip di film-film Police Storynya Jackie Chan dan saya merasa seperti Jackie Chan. 

Drama dimulai ketika akan turun, terlihat di argonya adalah 17 RM, tiba-tiba dengan satu timbol klik, jadi 29 RM. Tips, jangan pernah naik taksi di KL karena muahal. lebih baik baik Grab walaupun terkadang lama menunggu dijemput karena kondisi jalanan yang macet.

Sampai di TBS, hal pertama yang ada dibenak saya adalah, terminal bis apa bandara ? bagus amat. Dan benar saja kami ketinggalan bis. setelah berdiskusi sebentar, kami memutuskan membeli tiket bisa jam 4 pagi agar esoknya bisa sampai di Penang. Setelah Check in, kamipun turun ke ruang tunggu bis yang lagi-lagi bagus dan rapi banget.

Bisnya siap jam 4.30 seperti banyak info yang berserakan di Internet, Bis Billion Star memang terkenal ngaret. Kami memang naik Bilion Star karena sudah tidak ada lagi bis menuju Penang.

Suasana Penang yang menyambut
Naik ke bis dan mulai berangkat, tapi tidak begitu lama setelah keluar dari TBS, Bis kembali ngetem dan mengambil penumpang. Nah cerita horor bis Bilion Star saya rasakan disini, dimana penumpang yang mempunyai tiket resmi di suruh pindah dan kursinya diberika kepada penumpang yang baru naik. Ada 1 orang India yang tidak mau pindah dan diceramahi oleh sang kernet. Lucu juga sih. Untuknya saya dan istri tidak disuruh pindah.

Perjalanan berlanjut dan saya tertidur. Pagi jam 5 Bis masuk ke Kota Ipoh, kota yang akan menjadi destinasi saya selanjutnya karena pada perjalanan ini tidak sempat explore kota ini.



Skip-Skip Jam 9 Pagi kami sampai ke Butterworth dan menyeberang Ferry ke Penang. Penyebrangan cukup nyaman dan murah meriah, kalau tidak salah 1,2 RM. penyebrangan hanya sekitar 30 menit. Akhirnya sampailah kami di Penang dengan segala perjuangan. Kami sempat akan berjalan kaki menuju hotel tapi kembali pikiran nakal mampir, "Mengapa kita gak ke Hatyai(Thailand) aja ya ?" dengan modal nekat kami memesan grab ke Komtar Mall untuk mencari travel ke Hatyai. Tapi ternyata sudah penuh dan baru ada jam 4 sore. setelah dihitung memang tidak akan mungkin, kamipun berjalan kaki menuju hotel Elephant Hotel, yang sudah kami pesan via Booking.com dan istirahat. Seandainya Travell masih ada tentu petualangan belum akan berakhir disini.

Suasana di depan Hotel
Begitulah singkat, gak singkat juga sih, perjalanan darat kami dari Kuala Lumpur ke Penang yang penuh drama. tips adalah jangan sampai ketinggal bis karena kalau beli on the spot kadang-kadang sudah habis, walaupun ada harganya mahal dan hati-hati memilih bis, menurut saya Billion Star blacklist.

Sudah panjang banget artikel ini. Nantikan cerita seru perjalanan kami ditempat-tempat lain. 


No comments:

Post a Comment

Pages