IIMS 2019 : Royal Enfield Interceptor Test Ride, Torsinya nendang - eddywustory.com

Musik - Otomotif - Fotografi - Teknologi - Kuliner

IIMS 2019 : Royal Enfield Interceptor Test Ride, Torsinya nendang

IIMS 2019 : Royal Enfield Interceptor Test Ride, Torsinya nendang

Share This
Pesaing Triumph Scarmbler dari pabrikan Inggris yang sudah dimiliki India ini cukup menyita perhatian, yaitu Royal Enfield Interceptor 650. Jujura pertama kali melihat motor ini di video maupun digambar terlihat kecil tapi ketika melihat langsung ternyata motornya cukup besar dan berat. Saya menjajal motor ini di ajang IIMS 2019 dimana memang disediakan unit test ridenya oleh pihak RE Indonesia. 

Modelnya yang klasik dan dengan model mesin yang eksotik sangat menarik sekali, apalagi bila dibandingkan dengan Triumph tentu harganya jauh lebih murah, tapi tentunya juga CC yang terpaut cukup jauh ya. Tapi model klasiknya sudah dapat banget dengan motor ini.



Pertama kali motor distarter suara yang dikeluarkan knalpot gandanya cukup kencang dan merdu sekali, untuk saya yang berpostur 167 cm cukup jinjit dimotor ini, derita orang pendek ya seperti ini. Tarik kopling dan feeling koplingnya cukup keras dan pedal giginya cukup keras pula, mungkin ini belum diservice karena sering digunakan untuk test ride.

Tarikan pertama torsi dari mesin 650 cc nya langsung menghentak dan cukup lembut. mengapa begitu menghentak diputaran bawah ?., karena mesin ini memang diseting untuk mengeluarkan torsi 40 NM nya 80% sudah keluar di putaran mesin 2.500 Rpm. Yang menjadi PR adalah beratnya motor ini, bagian stang juga berat sehingga ketika diajak untuk berbelok dalam kecepatan rendah akan cukup menguras tenaga apalagi bila berbelok sambil menahan kopling, maka tangan akan seperti fitnes.

Tenaga yang dihasilkan mesin ini adalah 47 HP dan sudah lebih dari cukup. Dengan segala kesederhanaanya, motor ini sudah cukup dan sangat cukup untuk teman-teman yang mencari moge dengan tampilan klasik tapi tetap fungsional. 

Untuk harga, Di India sana, negara asal motor ini, harga yang dipatok hanya Rp. 50an Juta saja, tapi ketika masuk Indonesia, menjadi Rp, 195,7 Juta, inilah namanya the power of tax. 




No comments:

Post a Comment

Pages